Pendahuluan
Talas merupakan salah satu
sumber pangan alternatif selain beras yang memiliki potensi besar untuk
dikembangkan. Berbagai jenis talas telah menyebar di seluruh dunia, termasuk
Indonesia. Salah satu varietas unggulan yang dihasilkan dari seleksi koleksi penelitian
oleh tim bioteknologi LIPI adalah Talas Pratama. Jenis talas ini memiliki
keunggulan berupa umbi berukuran besar, tidak gatal saat dikonsumsi, serta
tahan terhadap hama dan penyakit. Potensi hasil panen Talas Pratama mencapai
30–50 ton umbi per hektar.
Teknik Budidaya Talas Pratama
1. Kesesuaian Lahan
- Ketinggian:
0–1.200 mdpl
- Curah hujan:
600–3.000 mm per tahun
- Jenis tanah:
Latosol
- pH tanah: 6,5–7,0
2. Persiapan Benih
- Benih berupa anak tanaman (stolone) yang
diambil dari induk Talas Pratama.
- Tinggi benih mencapai 40–50 cm, berasal
dari tanaman berumur 3 bulan.
- Daun benih dipotong, menyisakan pucuk
benih yang masih kuncup.
3. Persiapan Tanam
- Gunakan jarak tanam 80 cm x 1 m, atau
sesuaikan dengan kondisi lahan.
- Lubang tanam dibuat dengan ukuran 30 cm x
30 cm x 20 cm.
4. Penanaman
- Setelah persiapan tanam dan sanitasi
selesai, tambahkan campuran nutrisi berikut:
- Pupuk kandang/kompos: 7 kg per lubang
- Pupuk NPK: 10 gram
- Furadan: 5 gram setiap dua bulan sekali
5. Perawatan
- Pemupukan Susulan
- Dilakukan pada umur 4 bulan menggunakan 3
kg pupuk kandang/kompos per tanaman.
- Tambahkan pupuk NPK sebanyak 10 gram di
permukaan tanah.
- Pengendalian Hama dan Penyakit
- Hama utama: cacing tanah, yang diatasi
dengan pestisida anti-cacing (Furadan) pada umur 3 dan 5 bulan.
- Hama lainnya: belalang, meskipun jarang
ditemukan.
- Penyakit utama: bercak daun (taro leaf
blight). Penyemprotan pestisida rutin setiap minggu jika terlihat gejala.
- Pengairan
- Saat musim kemarau, lakukan penyiraman
sekali seminggu dengan jumlah 1–2 liter per tanaman, langsung ke akar.
- Pemisahan Anakan
- Anakan dipisahkan pada umur 2 bulan
menggunakan bambu runcing berbentuk huruf V. Anakan ini bisa dibuang atau
dikembangkan kembali sebagai bibit.
- Penyiangan
- Rumput liar harus dibersihkan secara
rutin untuk menjaga sanitasi dan nutrisi tanaman.
- Pembuatan Guludan
- Saat pemupukan susulan, tanah di sekitar
tanaman dibuat gundukan setinggi 10–15 cm.
6. Panen
- Usia Panen:
Talas Pratama siap panen pada umur 7 bulan.
- Ciri-Ciri Tanaman Siap Panen:
Daun tanaman layu dan mengecil, menyisakan 2–3 daun pada setiap tanaman.
- Teknik Panen:
- Umbi diambil hati-hati dari dalam tanah.
- Bersihkan umbi dari tanah dan akar, lalu
potong pelepah daun, menyisakan talas setinggi 40 cm dari pangkal umbi.
- Hindari gesekan dan benturan selama
pengangkutan untuk mencegah kerusakan (busuk).
Manfaat Talas Pratama
Talas memiliki berbagai
manfaat kesehatan, seperti:
- Sebagai sumber energi
- Baik untuk pencernaan
- Menyehatkan jantung
- Membantu menstabilkan tekanan darah tinggi
- Meningkatkan sistem imun tubuh
- Mengatasi kelelahan
- Menjaga keawetan sel kulit
Hasil Olahan Talas Pratama
Umbi Talas Pratama yang
berwarna putih kemerahan dapat diolah menjadi berbagai produk pangan, seperti:
- Keripik talas
- Kukus talas
- Talas goreng
- Kue talas
- Es krim talas
Pelepah daun Talas Pratama juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan masakan, seperti buntil dan sop daun talas.
Untuk pengolahan sederhana,
umbi dapat dikukus selama 15 menit hingga empuk, setelah sebelumnya dikupas dan
dipotong sesuai selera.






